For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Categories

Skapulir coklat merupakan skapulir dari ordo karmel, ordo karmel selalu mengembangkan devosi khusus dan mendalam kepada St. Perawan Maria. Pada Abad ke-13 Santa Perawan Maria menampakan diri kepada karmelit bernama Simmon stpok, Maria mngatakan kepadanya bahwa orang yg meninggal “dengan memakai skapulir ini tidak akan disiksa oleh api yg kekal.” Skapulir coklat terdiri atas 2 kain persegi coklat berukuran kecil, yg dihubungan dengan 2 tali / pita sehinga waktu dikenakan yang satu ada di dada dan yang kain ada dipunggung. Tanda berupa skapulir mengigatkan kita akan sintesis yg efekktif dari spiritualitas Maria, yang memupuk devosi kaum beriman dan membuat mereka peka akan kehadiran Bunda Perawan yang penuh kasih dalam hidup mereka. Pada hakikatnya, skapulir adalah “habit” atau pakaian. Orang-orang yang mengenakannya disatukan dengan ordo kamel & mendedikasikan diri kepada Bunda Maria, Ratu kita demi kebaikan seluruh gereja. Oleh karena itu, dua kebenaran dimunculkan oleh tanda skapulir : 1. Perlindungan tanpa henti dari St.Perawan Maria, tidak hanya dalam perjalanan hidup didunia ini tetapi juga pada saat mereka beralih pada kepenuhan kemuliaan abadi. 2. Kesadaran bahwa devosi kepada St.Perawan Maria tidak dapat dibatasi pada doa dan tindakan untuk menghormatinya pada kesempatan tertentu. Tetapi harus menjadi “habbitus” , yakni suatu orientasi permanen berprilaku kristiani sipemakai, yang dirajut dengan doa, kehidupan batin & prilaku sehari-hari. – Paus Yohanes Paulus II, 25 Maret 2001. Disamping skapulir coklat, dikenal skapulir Benedictin, Doiminica, Norbertin dengan warna yang berbeda-beda. Pada intinya pemakai skapulir ingin mengungkapkan komitmen kepada kehidupan kontemplatif, doa dan prilaku yang sesuai dengan kehidupan para rabib. Tahun 1910 , orang-orang katolik diizinkan mengenakan medaIi sebagai ganti skapulir kain.